3. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
1. Makna leksikal adalah makna kata yang kurang lebih bersifat tetap dapat juga dikatakan bahwa makna leksikal sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera atau makna yang sungguh ada dalam kehidupan kita.
Contoh: tikus ( Tikus itu dimakan kucing ).
2. Makna gramatikal adalah makna kata yang muncul akibat peristiwa gramatikal (ketatabahasaan ).
Makna gramatikal ini biasa timbul, karena:
a. Urutan kata
Toni mengajak Tina pergi
Tina mengajak Toni pergi
b. Intonasi
Toni pergi.
Toni pergi?
c. Bentuk kata
Tono tidur di aula.
Toni tertidur di aula.
d. kata tugas
Toni makan dan minum di sini.
Toni makan atau minum di sini.
3. Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya, baik sebagai kata lepas maupun dalam kalimat.
Contoh: Saya terjatuh dari pohon.
Mereka sedang makan nasi.
4. Makna konotasi adalah makna yang memerlukan berbagai penafsiran ( makna ganda ).
Dengan kata lain makna konotasi mendukung makna tidak sebenarnya.
A. Istilah dan Kata
Istilah adalah kata atau gambaran kata yang dengan cermat mengungkapkan suatu konsep-konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Untuk memahami istilah yang dipakai dalam suatu kalimat, kita harus tahu arti dan penggunaannya.
Misalnya: Kita perlu mengadakan diversifikasi tanaman untuk meningkatkan hasil pertanian kita.
Para siswa sedang mengidentifikasi data angket yang akan diteliti.
Ibu yang sedang sakit itu diperiksa urinenya.
B. Perubahan Makna
Kata-kata dalam bahasa tertentu mengalami perubahan arti.
Ada 6 jenis perubahan arti yaitu:
1. Meluas ( generalisasi ) adalah makna kata sekarang lebih luas daripada makna asalnya.
Contoh:
Kata Makna Dasar Makna Sekarang
Bapak Orang tua laki-laki Semua laki-laki yang sudah tua atau tinggi kedudukannya
Ibu Orang tua perempuan Semua perempuan yang sudah tua atau tinggi kedudukannya
Saudara Anak sekandung Semua orang sederajat
2. Menyempit ( spesialisasai ) adalah makna sekarang lebih sempit daripada makna asalnya.
Contoh:
Kata Makna Dasar Makna Sekarang
Sarjana Orang pandai Lulusan perguruan tinggi
Madrasah Sekolah Sekolah agama
pembantu Orang yang membantu Pelayan rumah tangga
3. Amelioratif (membaik) adalah makna kata sekarang lebih baik daripada makna kata asalnya.
Contoh:
Kata dahulu kata Sekarang
Perempuan Wanita
Pemberian anugerah
Anak laki-laki putra
4. Peyoratif adalah makna sekarang lebih jelek daripada makna asalnya.
Contoh: kawin, gerombolan, oknum, perempuan dsb.
5. Sinestesia adalah makna kata yang timbul karena tanggapan dua indera yang berbeda.
Contoh:
Kata-katanya pedas. (pencecap ke pendengaran)
Lagunya enak didengar. (pencecap ke pendengaran)
Suaranya lembut. (peraba ke pendengaran)
6. Asosiasi adaalah makna kata yang timbul karena persamaan sifat.
Contoh: Hati-hati menghadapi tukang catut di bioskop itu.
Kata Makna Baru (asosiasi/kias)
Amplop Uang sogok
Bunga Gadis cantik
putih Suci, bersih
C. Hubungan Makna
1. Sinonim adalah kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan makna.
Contoh: siuman = sadar
datang = tiba = sampai
2. Antonim adalah kata-kata yang memiliki makna berlawanan.
Contoh:
besar – kecil
atas - bawah
siang - malam
Antonim dibedakan menjadi:
a. Antonim kembar : putra-putri, dewa-dewi, pemuda-pemudi.
b. Antinim gradual : panjang - pendek, tinggi- rendah, tua–muda.
c. Antonim relasional : suami- istri, guru-murid, penjual-pembeli.
d. Antonim majemuk : emas-perak, gelang-kalung, pintu-jendela dsb.
e. Antonym hierarkis : jendral-kopral, kilometer-meter dsb.
3. Polisemi adalah suatu kata yang memiliki makna ganda.
Namun demikian, di antara makna tersebut masih terdapat hubungan makna.
Contoh: Anak saya sakit. ( keturunan )
Ia anak buahku. ( bawahan )
Hati-hati,anak tangga itu rapuh. ( bagian tangga yang diinjak )
4. Hiponim adalah suatu kata yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar